Cynthia Marilyn Sitompul

Senin, 19 Maret 2012

Tes inteligensi individual


INTELIGENSI
     Inteligensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalaman hidup sehari-hari. Minat terhadap inteligensi sering kali difokuskan pada perbedaan individual dan penilaian individual. Perbedaan individual adalah cara dimana orang berbeda satu sama lain secara konsisten dan tetap.
·         Tes Inteligensi Individual
o   Tes Binet
Pada 1904 Menteri Pendidikan Perancis meminta psikolog Alfred Binet untuk menyusun metode guna mengidentifikasi anak-anak yang tidak mampu belajar di sekolah. Para pejabat di sekolahan ingin mengurangi sekolah yang penuh sesak dengan cara memindahkan murid yang kurang mampu belajar di sekolah umum ke sekolah khusus. Binet dan mahasiswanya, Theophile Simon, menyusun tes inteligensi yang disebut Skala 1905 yang terdiri dari 30 pertanyaan, mulai dari kemampuan untuk menyentuh telinga hingga kemampuan untuk menggambar desain berdasarkan ingatan dan mendefinisikan konsep abstrak.
Binet mengembangkan konsep mental age (MA) atau usia mental, yakni level perkembangan mental individu yang berkaitan dengan perkembangan lain. Tak lama kemudian, pada 1912, William Stern menciptakan konsep intelligence quotient (IQ), yaitu usia mental seseorang dibagi dengan usia kronologis, dikalikan 100. Jika usia mental sama dengan usia kronologis, maka IQ orang tersebut adalah 100. Jika usia mental di atas usia kronologis, maka IQ-nya di atas 100, dan kebalikannya.
Tes Binet pun direvisi berkali-kali untuk disesuaikan dengan kemajuan dalam pemahaman inteligensi dan tes inteligensi.

o   Skala Wechsler

Tes ini dikembangkan oleh David Wechsler. Selain menunjukkan IQ keseluruhan, skala ini juga menunjukkan IQ verbal dan IQ kinerja.

Referensi : Santrock, J. W. 2011. Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar